Dynamic IP Tracing - Show My IP Information




JANJI TUHAN : 2008 - TAHUN MUJIZAT & KESEMBUHAN


 

"Kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi,

dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya

dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu"

(Yohanes 13:5)

 

       Tuhan Yesus memberikan arti sesungguhnya dari pengertian pemimpin sejati. Dan Yesus telah memberikan teladan kepemimpinan yang sejati selama kurang lebih 3,5 tahun dalam masa pelayananNya di bumi ini. Yesus berkata, "Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu" (Mat 23:11). Jadi menurut Yesus kepemimpinan itu haruslah kepemimpinan yang memiliki karakter hamba. (Leadhership is Servanthood).

       Dan yang paling jelas adalah contoh yang diberikan-Nya ketika Ia membasuh kaki murid-murid-Nya. Untuk mengetahui betapa sangat rendahnya seorang yang membasuh kaki orang lain, kita harus mengerti tradisi Yudaisme. Menurut tradisi Yudaisme, orang yang membasuh kaki adalah hamba sahaja. Tradisi membasuh kaki ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap ornag yang lebih mulia. Dan membasuh kaki hanya dilakukan oleh para hamba terhadap tuannya. Itulah makanya Petrus keberatan ketika Yesus hendak membasuh kakinya (Yoh. 13:8).

       Jadi pemimpin itu haruslah pelayan bagi sesamanya. Ia tidak lagi memikirkan dirinya sendiri dan kepentingannya. Banyak pemimpin yang merasa tidak aman (unsecure) ketika harus bergaul dengan bawahan sehingga mereka berupaya melindungi posisinya. Mereka tidak sadar bahwa ini adalah awal dari kemerosotan kepemimpinannya ketika dia sibuk melindungi posisinya dan lupa untuk memikirkan orang lain.

       Ya, itulah pemimpin yang tidak memanfaatkan orang lain. Kehadiran seorang pemimpin seharusnya memberikan berkat bagi orang-orang di sekitarnya. Sama seperti Tuhan Yesus yanga memberikan diri-Nya bagi umat manusia, demikianlah pemimpin sejati harus menambahkan nilai bagi orang yang dipimpinnya.

 

Renungan:

       Pemimpin yang buruk adalah pemimpin yang memanfaatkan posisinya untuk mengambil keuntungan dari orang lain. Kita haruslah menjadi pemimpin yang sejati dengan meneladani Tuhan Yesus sebagai pepimpin sejati dengan menjadikan kehadiran kita membuat orang lain diberkati. (hi)

Bahan renungan : Yohanes 13:1-20; Yesaya 52:13

 

Pemimpin yang terbesar adalah yang menjadi hamba terbesar.

 

(Renungan "Bethany" Februari 2008)